MY CART


You have 0 item's in your cart.

SUBTOTAL0
CHECK OUT
0

Tentang Drupadi.id: Langkah Satunya Lagi

Fiorent Fernisia
  Thursday, June 14, 2018

Setelah berjalan hampir satu tahun, setelah dua video clip dan satu buku lahir dari Drupadi.id, di suatu kesempatan saya menyaksikan perbincangan kasual seorang penikmat dengan salah satu pelaku Drupadi.id, Kennya Rinonce. Tanya sang penikmat dengan nada penasarannya, "oi, Ken, sebenarnya Drupadi.id tuh apa siih?"



Alasan tulisan ini saya buat adalah karena jawaban Kennya selanjutnya, "Ga tau apaan. Ini juga lagi cari tau." Lalu mereka tertawa dan saya yakin si penikmat juga sambil tepok jidat, geleng-geleng kepala, sekaligus mengelus-elus dada.



Ya, Kennya dan teman-teman menjadikan Drupadi.id sarana belajar bagi mereka sendiri. Dengan bentuknya yang tidak jelas, maunya kemana-mana, bahkan gaya saja ga bisa dipatok (licin bagai belut, kalau kata Dr Upadi), proses belajar yang cerdas ini mereka bawa ke permukaan. Saya setuju sekali. Karena proses belajar adalah seperti dialog antara dua langkah kaki. Salah satu harus maju agar yang lain dapat menyusulnya.



Lalu jika Drupadi.id adalah sebuah langkah keempat orang ini, saya menulis untuk mengajak Anda sekalian -paling tidak, untuk memikirkan niat- untuk melangkahkan kaki satunya, membantu Drupadi.id memahami dirinya.



Caranya mudah. Tulisan ini terdiri dari formulasi pertanyaan-pertanyaan yang saya susun untuk mengajak Anda mengawang. Meskipun tidak semua pertanyaan di bawah ini saya tujukan langsung pada Anda, wahai para pembaca, interpretasi Anda bisa jadi jawaban untuk langkah yang satunya. Di akhir tulisan, sayapun akan mencoba menceritakan awangan saya, langkah yang saya sumbangkan untuk Drupadi.id. 


Wawancara yang butuh Anda, pembaca, untuk bisa selesai.



Mari mulai dari nama. Pernah berkenalan langsung dengan Kennya, atau sekedar tahu bahwa begitulah namanya, biasanya muncul pertanyaan, "Lah, apa kamu lahir di Afrika sana?" Oh tidak, ia akan menjelaskan bahwa namanya berasal dari bahasa Jawa, Kenyo, yang artinya adalah gadis. (Jika penasaran dengan arti nama tiga pelaku lainnya sila japri mereka ya: @ryandipp, @deichanela, @mishaahmd). Selanjutnya kamu bertanya lagi padanya, mengapa nama itu yang dipilih. Ia akan menjawab, "Ga tau, mungkin Babeh berharap aku jadi gadis".



Ya, mau kugarisbawahi bahwa nama mengandung arti dan harapan, sebuah cita-cita yang ditanam ke dalam diri. Di titik ini, nama memiliki fungsi internal, harapan akan sebuah identitas seseorang. Lantas, Drupadi.id, apa harapan identitas yang ditanam dalam namamu? 



Namun jika dipikir-pikir lagi, nama itu tidak perlu-perlu amat ada kalau bukan karena ada kebutuhan untuk memanggil orang tersebut; sebuah kebutuhan pihak eksternal. Untuk itu di titik yang satu ini, saya mau mewawancara pembaca, bagaimana ceritanya sampai kamu punya kebutuhan untuk memanggil Drupadi.id?



Oke oke, demi kelangsungan tulisan, saya berasumsi bahwa kita sama-sama tahu bahwa sebetulnya nama adalah sebuah kesepakatan pragmatis yang juga memiliki fungsi spiritual. Ketika sebuah nama berulang-ulang disebut untuk memanggil sebuah entitas, maka di sana ada doa yang disampaikan oleh pemanggil agar arti namanya, yang adalah sebuah harapan, terkabul. Dan ketika si entitas menyahut, di sini ada pengakuan yang insyaallah menjadi amin bagi doa tersebut dan menciptakan sebuah identitas bagi entitas itu.



Nah, setelah nanti tau apa, mengapa dan bagaimana identitas Drupadi.id muncul, lebih jauh lagi, untuk apa Drupadi.id dibuat? Nah loh, mulai berat ... hm, oke ... ini jembatan keledainya: Untuk apa sebuah entitas muncul? Untuk apa seorang anak dilahirkan? Saya coba jawab juga ya ...



Seorang anak lahir sebagai buah dari hubungan fisik yang lebih terkenal dengan "seks" dan seyogyanya juga dari hubungan spiritual yang lebih terkenal dengan sebutan "cinta". Untuk Drupadi.id, saya penasaran, hubungan fisikal dan spiritual antara apa dan apa sih yang melahirkan entitas ini?



Lanjut. Tak dapat dipungkiri bahwa membuat anak adalah perihal kebutuhan dasar bertahan hidup dan memperpanjang keturunan. Hubungan fisik semua makhluk hidup pada umumnya adalah upaya melestarikan DNA, dan hubungan spiritual manusia pada khususnya adalah upaya melestarikan nilai-nilai estetis spiritual yang mereka dapati dari pengalamannya di dunia. Pertanyaan untuk Drupadi.id, apa sih DNA dan nilai-nilai estetis spiritual yang mau ibu bapakmu lestarikan?



Kedua sebelum terakhir, dengan berangkat dari pertanyaan sebelumnya, kini saya mau bertanya kembali ke pembaca tulisan ini. Apakah sejauh ini DNA dan nilai-nilai spiritual Drupadi.id lestari? Bagaimana kesemuanya itu lestari dalam dirimu?



Yang terakhir untuk Drupadi.id dan sekaligus para pembaca, mari ulang pertanyaan di awal tulisan ini; Entitas/makhluk jenis apa sebenarnya Drupadi.id ini ya?



Awangan penulis



Sejauh mata saya memandang, Drupadi.id adalah situs yang darinya ditemukan artefak sebuah tokoh Wayang, Dewi Drupadi. Pengambilan nama situs ini adalah cita agar tanah ini menjadi seperti artefak tersebut, sosok manusia yang dikira lemah namun ternyata kuat. 



Sosok ini jika cuma sekedar dilihat, hanyalah sebatas indah yang romantis. Namun di sini tak hanya itu, dengan menemukan sebuah situs, apalagi yang punya pupuk alami sesubur artefak yang sekuat sosok ini, keempat pelaku Drupadi.id menggarapnya agar tanahnya tak mati sendiri. 



Hubungan fisik (seks) yang melahirkannya adalah tabrakan antara fakta-fakta, baik yang baik-baik maupun yang buruk-buruk, yang ditemukan keempat pelaku tersebut dalam kehidupan sosial dan politik negeri ini. Dan hubungan spiritual adalah kegundahan yang tak tertahankan; karena akibat baik dan buruknya fakta-fakta itu, justru cinta pada negeri ini lahir dan tumbuh gigantis. 



Ia lahir sebagai buah tawa penghilang rasa sakit dan takut, yang darinya lantas muncul kenaifan (having nothing to lose), yang darinya lagi lalu terlontarlah panah-panah obat yang jujur (honest) dan tulus (sincere), yang berpotensi menyembuhkan atau malah membunuh apapun yang ditojosnya.



Saat ini Drupadi.id baru melangkahkan satu kaki. Tentunya anak yang baru lahir tidak bisa langsung memperpanjang keturunan. Jadi bagi saya belum, DNA dan nilai estetis spiritualitas Drupadi.id belum lestari.



Dan baiknya ya memang jangan buru-buru belajar having seks. Saat ini yang sedang ia butuhkan adalah langkah dari kaki lainnya; agar ia tidak stres sendiri dan saking inginnya melangkah jauh jadi nekat melakukan split yang bisa menimbulkan resiko kehilangan selaput dara dini.



Jadi, yuk, sila jawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan tanggapi tulisan ini. Terserah dengan cara atau media yang sebebas-bebasnya, ga perlu permisi. Karena sayapun nulis ini ga pake nanya atau asistensi. 



Ciao!



N.B. (yang penting): 

Dan btw, tanah Indonesia tuh kan besar ya, yang mengapung di permukaan air di kaki langit atau tenggelam di bawahnya, kan ya juga tanah dalam wilayah geografis Indonesia. Lantas, bukankah hampir pasti ada situs-situs lain juga tersebar dimana-mana? Jika kamu dan saya adalah orang muda yang bingung soal bagaimana bersikap terhadap tradisi di tengah riweuhnya kemodernan ini, Drupadi.id adalah salah satu preseden yang bisa bantu jawab kebingungan itu.