MY CART


You have 0 item's in your cart.

SUBTOTAL0
CHECK OUT
0

Dr. Upadi

Sujiwo Tejo
  Friday, August 04, 2017

Salam pertemuan. Upadi artinya semacam mencari, semacam pencarian, semacam riang. 

Taruh kata ini sehabis gempa atau gegar budaya. Wayang Drupadi tercabik-cabik. Tiap potongan badannya masih pula dihanyutkan oleh banjir bandang. Puing-puingnya tersebar ke segala penjuru. Dan yang muncul setelah katastrof itu adalah komunitas manusia baru. Mereka telah lupa Drupadi itu apa. Bahkan wayang itu apa mereka pun blank. 

Lalu, pada sebuah meeting point di Bandara, berkumpullah satu per satu manusia tadi.  Itulah yang aku bayangkan tentang situs Drupadi ini. 

Dalam meeting point di Bandara itu mereka membawa cabikan maupun  perca-perca Drupadi yang iseng-iseng saja akan mereka bawa travelling. Mungkin untuk dijadikan kerupuk kulit. Jaga-jaga kalau laper bagi yang backpacker-an. Untuk broken souvenir bagi yang lain lagi. Untuk bawaan daripada gak bawa apa-apa bagi yang lain-lain lagi. Macam-macam. Mereka para pembawa unsur itu tak saling ngobrol. Pada akhirnya mereka hanya terpaksa menyelenggarakan perbincangan karena pesawat delay berjam-jam. 

Seorang traveler dari Negara Api mengubah suasana.  Komunitas lupa wayang itu disihirnya jadi ngeh bahwa yang mereka bawa adalah bagian-bagian wayang. Lebih jauh lagi, barulah mereka sadar bahwa itu adalah fragmen-fragmen Drupadi. Oooo... Pesawat ke sorga masih juga delay, mereka lantas killing time dengan berkolaborasi. Mereka satukan anasir-anasir Drupadi yang masih tidak bersatu itu. Yang menarik, rujukan dari cerai-berainya wayang itu pertama membentuk Marilyn Monroe. Bongkar lagi, gabungan berikutnya jadi Lady Di. Rombak lagi, kemanunggalan selanjutnya menjelma Roro Mendut, menjelma Cleopatra, menjelma Dayang Sumbi, menjelma Ken Dedes, menjelma Ratu Shima... Begitu dan seterusnya. Tak bisa tetap. Tak bisa konsisten. Tak bisa istiqomah. 

Apalagi, dalam meeting point yang berupa situs Drupadi ini puing-puing tak cuma berupa carik-carik fisik wayang. Setelah katastrof kebudayaan, dan kita semua menjadi bangsa yang minder dan lupa wayang, puing-puing itu bisa berupa memori terhadap masa lampau maupun, sebaliknya, proyeksi terhadap masa depan. Maka hasil kolaborasi itu lebih tak terduga lagi... Bukan cuma terentang dari Marilyn Monroe sampai Ratu Shima. Hasil kolaborasi itu bisa terentang dari kesenian yang masih berupa wayang, sampai karya seni yang kasat mata sudah tidak berbentuk wayang. 

Ia bisa muncul menjadi monolog, menjadi tari, menjadi gabungan tari dan monolog. Menjadi musik, menjadi patung. Menjadi gabungan musik dan seni rupa. Menjadi film. Menjadi fotografi. Atau menjadi gabungan dari semuanya termasuk wayang digital. 

Demikian pun temanya. Tema maupun angle Drupadi bisa terentang luas dari Drupadi menikah dengan satu lelaki sampai Drupadi menikah poliandris dengan lima lelaki... Maupun sampai Drupadi menikah dengan lima lelaki tetapi kelima lelaki itu sejatinya satu. Ah, dan masih banyak tema maupun pandangan yang bisa dieksplor.

Selamat berkolaborasi. Selamat ngulik perempuan yang paling Witty, Smart dan Rebel di dalam wayang. Terima kasih kepada seluruh kontributor dalam kolaborasi ini, yang berkolaborasi dengan SEMACAM RIANG.


14 Oktober 2017

Padepokan Start Bandung

Sujiwo Tejo